Sharing Data dengan Samba

Samba adalah sebuah paket aplikasi yang berfungsi sebagai perantara antara keluarga Windows (9x, NT, dst) dengan keluarga Unix (Linux, FreeBSD, OpenBSD). Tapi pada awalnya pengembangan Samba adalah pada sistem operasi Linux.
Setidaknya terdapat 4 kemampuan dari Samba yaitu :

  1. Berbagi pakai file-file Linux supaya bisa diakses sistem operasi lain atau sebaliknya.
  2. Berbagi pakai file antara sesama Linux.
  3. Menggunakan printer Linux dari sistem operasi lain dan sebaliknya
  4. Membuat Linux menjadi server WINS (Windows Internet Name Service).

Samba dibuat dengan memanfaatkan protokol SMB ( Server Messages Block) yang pada Win family lebih terkenal dengan nama NetBIOS. Pada dasarnya Samba terdiri dari 2 daemon ( program yang menetap di memori) yaitu smbd dan nmbd.

Smbd berfungsi mengatur sumber daya yang dapat digunakan secara bersama baik file maupun printer, menyediakan autentikasi dan otorisasi untuk klien Samba. Jadi daemon ini sebagai “bos” yang mengatur aktifitas antara samba server dengan samba client. Sedangkan nmbd berfungsi sebagai nameserver, yaitu memberikan informasi soal nama komputer yang terdapat pada jaringan dan menyediakan daftar browse.
Untuk mengatur kerja kedua daemon di atas adalah dengan mengedit file smb.conf yang biasanya terdapat pada folder /etc/samba/smb.conf

Pada Linux Ubuntu untuk men-share file /folder pada jaringan, cukup klik kanan pada lokasi folder yang berisi file tersebut, pilih share folder. Jika ingin melihat file yang di share menggunakan samba dapat melalui file browser. Pilih menu Go > Location kemudian ketikkan smb://ip address komputer pada bagian location. Begitu juga jika linux ingin melihat apapun yang dishare oleh windows.

Konfigurasi SAMBA dapat dilakukan melalui terminal pada distro Ubuntu/Debian dengan mengakses :

~$ sudo gedit /etc/samba/smb.conf

Beberapa baris yang harus diedit adalah;
Pada bagian authentikasi, security diisikan menjadi security = share
Pada bagian authentikasi, encrypt passwords = true
Pada bagian authentikasi, guest account = nobody
Pada bagian printing, load printers = yes
Pada bagian printing, printing = cups
Pada bagian printing, printcap name = cups
Pada bagian share definition, tag printers, browseable = yes
Pada bagian share definition, tag printers, public = yes
Pada bagian Misc, baris paling akhir isikan :
usershare allow guests = yes
usershare owner only = false

Pada bagian networking, nilai interface-nya diisi dengan kondisi mesin saat itu
Pada bagian global – browsing identification, berikan nilai baru bernama netbios name dengan nama yang diinginkan. Paling mudah, nama pengguna dari komputer tersebut.

Simpan dan restart service samba dengan menggunakan perintah:
~$ sudo /etc/init.d/samba restart

Silakan dicoba (Ubuntu), klik kanan Folder yang mau dishare > Sharing Option > Share this Folder > Beri Nama Share > Create Share.

Ambil data yang dishare masuk Nautillus Filebrowser, Go > Location > ketik smb://ip address komputer yang dishare.

5 Responses to “Sharing Data dengan Samba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar